Perjalanan Dinas

Standard

PERJALANAN DINAS

 

Perjalanan dinas adalah perjalanan yang dilakukan dalam rangka menjalankan suatu pekerjaan yang dilaksanakan di luar lingkungan kerja. Biasanya perjalana dinas dilakukan oleh seorang pimpinan. Alasan dilakukan perjalanan dinas : pengawasan di kantor cabang, seminar, diklat, tender, meeting, acara seremonial, kegiatan social, dll.

 

Dokumen Perjalanan Dinas

1.    Dokumen Khusus, adalah dokumen yang berhubungan langsung dengan tujuan perjalan dinas

2.    Dokumen pendukung, adalah dokumen yang disebut sebagai dokumen perjalanan.

F  Surat Tugas : surat yang berisi penugasan kepada seseorang untuk melakukan perjalanan sehubungan dengan masalah dalam perusahaan

F  Paspor : dokumen perjalanan yang diberikan izin untuk meninggalkan negaranya dan bepergian ke Negara tertentu.

F  Visa : tanda izin untuk mengunjungi Negara tertentu dalam waktu tertentu.

F  Fiskal : pajak yang harus dibayarkan oleh warga Negara yang akan berangkat keluar negeri.

F  Health Certificate : sertifikat kesehatan yang diberikan Departemen Kesehatan kepada orang yang diperbolehkan untuk mengadakan perjalanan ke luar negeri.

 

Membuat Rencana Perjalanan Dinas

Identifikasi Tahap awal perencanaan perjalanan dinas pimpinan adalah :

Ø  Tujuan perjalanan dinas

Ø  Waktu pelaksanaan kegiatan pokok perjalanan dinas

Ø  Acara lain di luar perjalanan dinas

Ø  Acara setelah kegiatan dinas

Hal yang perlu diperhatikan oleh sekretaris untuk persiapan perjalan dinas :

ü  Memastikan tujuan

ü  Membuat jadwal perjalanan dan perkiraan biaya

ü  Menentukan jenis transportasi dan akomodasi

ü  Membuat reservasi transportasi dan akomodasi

ü  Mempersiapkan jenis dokumen perjalanan

ü  Membuat prosedur pengajuan surat/dan perjalanan

ü  Mengetahui kebiasaan dan keinginan pimpinan

ü  Membuat dan mempersiapkan dokumen yang diperlukan

Advertisements

PENGADAAN FASILITAS, PERENCANAAN SDM,MEMPERSIAPKAN ADMINISTRASI

Standard

KEWIRAUSAHAAN

 

PENGADAAN FASILITAS, PERENCANAAN SDM,MEMPERSIAPKAN ADMINISTRASI

 

 

 

 

 

 

 

Nama : Zelinda Kusumawati

Kelas : XII AP 2

 

 

 

Guru Mata Diklat : Dra. Masnida Ambarita

 

 

 

 

 

 

  

 

 

SMKN 48 JAKARTA

Jln. Radin Inten II No. 3

Tahun Ajaran 2010-2011

==============================================

 

PENGADAAN FASILITAS DAN BAHAN BAKU

 

1.   Mengadakan Fasilitas

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam pengadaan fasilitas :

a.    Semakin banyak mesin yang digunakan, maka perlu juga perhatian istimewa untuk pemeliharan dan servis

b.    Pekerjaan haru direncanakan sedemikian rupa sehingga setiap mesin dan tenaga kerja harus dimanfaatkan secara efektif dan efisien

c.    Perlu diketahui berapa banyak waktu yang diperlukan untuk macam-macam pekerjaan, bahan dan alat yang tersedia di waktu dan tempat yang dibutuhkan, serta pembagian ruang dan penempatan mesin

A.   Pemilihan Mesin dan Peralatan

Faktor non teknologis dalam memilih mesin :

1.    Kondisi fasilitas pemeliharaan dan perbaikan mesin dan peralatan

2.    Kemungkinan mendapatkan tenaga ahli untuk mengelola mesin dan peralatan

3.    Kondisi infrastruktur dan fasilitas pengangkutan mesin

Secara umum mesin-mesin dapat digolongkan sebagai berikut :

1.    Peraltan angkutan

2.    Peralatan mekanik

3.    Peralatan elektronik

4.    Mesin pabrik

5.    Mesin lain

B.   Gedung dan Bangunan Lain

Bangunan dapat digolongkan menjadi 3 kelompok biaya, yaitu :

1.    Biaya pembangunan pgar dan, selokan, tempat parker, penerangan, dll

2.    Biaya pematangan tanah

3.    Biaya pembangunan gedung

2.   Bahan Baku

Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan baku adalah:

Ø  Tersedianya bahan baku bermutu dalam jumlah tertentu

Ø  Lokasi usaha yang dekat dengan bahan baku lebih menguntungkan dalam jangka panjang.

Bila bahan baku perlu di impor, factor penentu kelancaran impor adalah :

v  Dari mana dan bagaimana hubungan Negara kita dengan Negara tersebut

v  Kecenderungan harga dan kebijaksanaan pemerintah terhadap produk

 

PERENCANAAN SDM

Hal-hal yang termasuk dalam urusan SDM adalah:

      Tata usaha kepegawaian

      Rencana kebutuhan tenaga kerja

      Urusan upah / gaji

      Urusan kesejahteraan pegawai

      Pengawasan atas syarat-syarat kerja dalam perusahaan

A.   Menghitung dan Menetapkan Jumlah Tenaga Kerja

Langkah rencana kebutuhan tenaga kerja:

1.    Menentukan jumlah dan kualitas tenaga kerja yang dibutuhkan

2.    Ada 3 hal yang dilakukan:

a.    Menarik pelamar kerja

b.    Menyeleksi para pelamar

c.    Orientasi

Prosedur tetap seleksi tenaga kerja baru adalah :

a.    Pengisian formulir

b.    Wawancara pendahuluan

c.    Test/psikotes

d.    Penelitian pengalaman

e.    Pemeriksaan kesehatan

f.      Wawancara akhir

g.    Penempatan calon tenaga kerja

h.    Pengangkatan

B.   Menentukan Kualifikasi Tenaga Kerja

Untuk menentukan kualifikasi tenaga kerja seorang wirausaha terlebih dahulu harus mengetahui data-data yang lengkap mengenai jabatan yang akan diisi. Dengan kata lain diperlukan analisis jabatan. Analisis jabatan adalah proses membuat uraian pekerjaan untuk mendapatkan keterangan-keterangan mengenai pekerjaan dalam penilaian jabatan tertentu.

Data yang diperlukan untuk membuat suatu analisis jabatan adalah :

Kegiatan yang harus dikerjakan pada jabatan tertentu

Wewenang dan tanggung jawab tenaga kerja

Alat yang diperlukan dan dipergunakan

Kondisi-kondisi pekerjaan

Pendidikan dan latihan

Besarnya upah, lamanya bekerja dan promosi.

Analisis jabatan berfungsi untuk:

      Memberikan pengertian tentang unsure jabatan dalam tiap jabatan

      Menyelidiki tugas dan tanggung jawab berkaitan dengan pekerjaan

      Menetapkan suatu pekerjaan

      Memberikan keterangan tentang cara melaksanakan pekerjaan

C.   Membina dan Mengembangkan Tenaga Kerja

Membina dan mengembangkan pegawai dengan cara :

1.    Latihan, adalah kegiatan memperbaiki kemampuan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan di dalam menjalankan pekerjaan.

2.    Pendidikan, adalah kegiatan memperbaiki kemampuan dengan cara meningkatkan penguasaan teori dan keterampilan mengambil keputusan.

Untuk membangkitkan motivasi kerja dpat memberikan insentif berupa:

a.    Insentif material dengan pemberian uang kesejahteraan, bonus dan gaji yang memadai

b.    Insentif semi material melalui pendidikan pelatihan, penataran, lokakarya, fasilitas&keselamatan kerja, pekerjaan dan jabatan yang memadai

c.    Insentif immaterial dengan menunjukkan sikap yang manusiawi, penghargaan dan simpati.

 

MEMPERSIAPKAN ADMINISTRASI

Administrasi atau tata usaha menyangkut segala pekerjaan catat-mencatat yang perlu diadakan dlm suatu perusahaan. Tata usaha yang baik merupakan alat bantu yang penting sekali dalam menyelenggarakan suatu usaha.

A.   Mempersiapkan Surat Menyurat

Fungsi surat antara lain :

a.    Untuk menunjukkan data organisasi atau menjadi wakil organisasi

b.    Sebagai bukti tertulis

c.    Sebagai pedoman

d.    Sebagai alat pengingat

B.   Mengarsipkan Dokumen Perusahaan

Kearsipan adalah penempatan kertas-kertas dalam tempat-tempat penyimpanan yang baik, menurut aturan sehingga apabila diperlukan dapat ditemukan kembali dengan mudah dan cepat.

Hal-hal yang harus dilakukan dalam proses penataan dokumen perusahaan adalah:

a.    Penyortiran dokumen

b.    Pemberian kode

c.    Penyimpanan dokumen

d.    Dokumen yang dicari dengan cara menelusuri kode

e.    Dokumen yang dicari akan mudah ditemukan

C.   Menginventarisasi Kekayaan Perusahaan

Harta adalah kekayaan baik yang berwujud maupun tidak berwujud (berupa hak) yang dinilai dengan uang.

Beberapa tindakan yang perlu diperhatikan di dalam memelihara dan merawat kekayaan perusahaan antara lain :

      Menyediakan ruang khusus yang memenuhi persyaratan

      Membuat kartu perawatan

      Mengadminstrasi dan menginventarisasikan kekayaan

      Menempatkan tenaga terampil

      Menyimpan peralatan pada tempatnya

      Menjaga kebersihan dan keamanan

      Mengatur suhu dan penerangan

      Menyelenggarakan pembukuan keuangan

      Menyiapkan pentimpanan uang

      Membuat gudang yang baik

      Melaksanakan pengawasan dan pemeriksaan secara tertib

D.   Mengadakan (Logistik) & Menyimpan (Pergudangan)

1.    Mengadakan (Logistik)

Mengadakan (logistic) barang dagangan dalam perusahaan mencakup pengadaan barang dagangan yang dibeli, diproduksi, dan dijual tanpe mengalami proses lanjut.

Kebijakan pengaturan logistic barang dagangan antara lain :

      Penentuan system pemasaran barang dagangan

      Jumlah pemesanan barang dagangan

      Tingkat persediaan barang dagangan

      Tingkat pemesanan menyediakan barang dagangan

2.    Menyimpan (Pergudangan)

Menyimpan (pergudangan) adalah salah satu kegiatan pemasaran yang dapat menciptakan kegunaan waktu.

Kegiatan pergudangan barang dagangan dapat dilakukan oleh perusahaan apabila :

   Produksi barang dilakukan pada musim tertentu, sedangkan pemakaiannya terus menerus

   Pemakaian barang dagangan hanya dalam satu musim, sedangkan barang dagangan tersebut diproduksi sepanjang waktu

   Menyimpan barang dagangan dapat mengatasi kestabilan harga barang

   Sifat barang dagangan memerlukan penyimpanan khusus di dalam gudang.

Pengurusan Usaha Kewirausahaan

Standard

 

PENGURUSAN IZIN USAHA

 

            Perizinan usaha dagang adalah alat untuk membina, mengarahkan/mengwasi, dan menerbitkan izin usaha perdagangan. Surat keputusan menteri tertuang dalam peraturan daerah menyangkut pemberian surat izin usaha dalam bidang perdagangan antara lain :

A.   SITU (Surat Izin Tempat Usaha)

A1. Ketentuan Poko SITU

SITU dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II. Prosedur pengurusan SITU adalah :

1.    Mendapat izin dari dari para tetangga

2.    Surat izin tersebut diketahui oleh RT dan RW untuk selanjutnya diproses ke kelurahan

3.    Lalu surat itu dilanjutkan ke kota madya/ kbupaten untuk memperolh SITU. Setiap tahun SITU harus didaftar ulang.

4.    Pembayaran izin dan leges berdasarkan PERDA No. 17/PD/1976, No. 35/PD/1977 dan No. 09 tahun 1986

A2. Syarat-Syarat yang tertuang dalam SITU

1.    Keamana

2.    Kesehatan

3.    Ketertiban

4.    Syarat lain, perusahaan harus:

a.    Mengutamakan tenga kerja dari penduduk di sekitar yang memiliki KTP

b.    Menjaga keindahan lingkungan dan mengadakan penghijauan

B.   SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

B1. Ketentuan umum SIUP

            SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha dibidang perdagangan dan jasa. SIUP diterbitkan dan ditandatangani oleh kepala kantor wilayah Departemen Perdagangan Daerah Tingkat I atas nama menteri. Masal berlaku SIUP untuk perusahaan kecil dan menegah adalah untuk selamanya selama perusahaan itu masih beroperasi. Sedangkan bagi perusahaan besar adalah 5 tahun.

B2. Kewajiban Pemilik SIUP

1.    Pemiliki SIUP wajib memberikan laporan kepada:

a.    Kepala Kantor Wilayah Departemen Perdagangan yang menerbitkan SIUP

b.    Kepala Kantor Wilayah Departemen Perdagangan setempat

2.    Pemilik SIUP wajib memberikan informasi mengenai kegiatan usahanta apabila diperlukan oleh pejabat yang berwenang

3.    Pemilik SIUP waji membayar uang jaminan dan biaya administrasi perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

C.   NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Pada umumnya yang diwajibkan untuk mendaftarkan diri dan mendapatkan NPWP adalah setiap wajib pajak yang meliputi:

1.    Setiap badan yang enjadi subjek pajak penghasilan seperti PT, CV, Firma, dll

2.    Setiap wajib pajak orang pribadi

3.    Setiap wajib pajak harus mengisi surat Pemberitahuan, menandatangani dan menyampaikannnya kepada Direktoral Jendral Pajak

4.    Setiap wajib pajak dapat mengambil sendiri SPT yang telah dikeluarkan Direktoral Jendral Pajak

D.   NRP (Nomor Register Perusahaan) / TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

1.    Ketentuan Umum NRP

a.    TDP dipasang ditempat yang mudah dilihat oleh umum

b.    Nomor TDP wajib dicantumkan pada papan perusahaan dan dokumen yang digunakan

c.    Bila rusak atau hilang, minta pengajuan tertulis kepada Pendaftar Perusahaan untuk mendapat gantinya dalam waktu 3 bulan setelah rusak/hilang.

d.    Setiap perubahan data wajib dilaporkan

e.    TDP terhapus bila :

       Perusahaan menghentikan segala kegiatan usahanya

       Akta Pendirian kadaluarsa

       Putusan Pengadilan Negeri

f.      TDP berlaku selama 5 tahun dan diperbarui selambatnya 3 bulan sebelum masa berlaku habis

2.    Ketentuan Pidana

a.    Bagi yang tidak memenuhi kewajibannya diancam dengan denda pidana  penjara selama-lamanya 3 bulan atau pidana denda setingginya Rp3.000.000,00

b.    Bila melakukan pendaftaran secara keliru atau tidak lengkap diancam pidana kurungan selama lamanya 2 bulan atau pidana denda setinggi-tingginya Rp1.000.000,00

E.   NRB (Nomor Rekening Bank)

Persyarat untuk mendapat NRB adalah :

1.    Fotokopi KTP/SIM

2.    Mengisi formulir kartu contoh tanda tangan

Yang bertanggung jawab atas NRB :

1.    Bendahara

2.    Manager

F.    AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)

AMDAL adalah hasil studi mengenai dampak penting usaha atau kegiatan terpadu yang direnacanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan melibatkan kewenangan lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab.  

 

PERMODALAN USAHA

 

B4. Syarat-syarat untuk emeperoleh kredit

            Kondisi badan usaha pada waktu tertentu bias tampak melalui beberapa hal seperti :

1.    Likuiditas, yaitu kemampuan badan usaha untuk melunasi utangnya yang telah jatuh tempo.

2.    Solvabilitas, yaitu kemampuan badan usaha untuk membayar semua utang atau seluruh kewajibannya.

3.    Rentabilitas, yaitu kemampuan badan usaha untuk mendapatkan hasil dengan menggunakan modal sendiri yang ada dalam badan usaha.

Rentabilitas dibagi menjadi 3 yaitu :

a.    Rentabilitas ekonomi, yaitu mendapatkan hasil dengan seluruh modal usaha

b.    Rentabilitas modal sendiri

4.    Soliditas, yaitu kemampuan badan usaha untuk memenuhi semua kewajibannya untuk mendapat kepercayaan masyarakat

Faktor yang mempengaruhi Soliditas :

a.    Soliditas moral = watak dalam kepemimpinan usaha

b.    Soliditas Komersial  = menepati perjanjian dagang dengan perusahaan lain

c.    Soliditas Fianansial = kemungkinan tetap tertanamnya modal dalam usaha

B5. Prosedur mendapatkan kredit modal kerja

      Permohonan kredit dapat dilakukan dengan :

1.    Mendatangi kantor cabang pelaksana

2.    Mengisi formulir

3.    Memberikan keterangan yang jelas tentang bidang usahanya

Selanjutnya pihak bank akan menindaklanjuti dengan melakukan hal berikut:

a.    Penelitian

b.    Wawancara

c.    Peninjauan ke tempat usaha

d.    Analisis atas permohonan kredit nasabah

1.    Kemampuan (capacity) untuk melunasi kredit beserta bunga

2.    Modal (capital)

3.    Watak (character)

4.    Jaminan (collateral)

5.    Kondisi (Condition), factor yang mempegaruhi usaha pemohon

                              

Mengajukan Permohonan Kredit Lembaga-Lembaga Nonbank

            Adapun lembaga-lembaga keuangan nonbank antara lain :

1.    Lembaga Pembiayaan Pembangunan (Development Finance Corporation-DFC). Menghimpun dana demgan mengeluarkan kertas-kertas berharga untuk disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan daya guna membiayai investasi jangka panjang dan menengah.

2.    Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan Surat-Surat Berharga (Investment Finance Corporation-IFC) bertindak sebagai perantara dalam hal jual beli dan penerbitan surat-surat berharga (saham,obligasi)

3.    Lembaga Keuangan lain seperti mutual funds (dana bersama) yang belum punya aturan tersendiri.

A.   Badan Usaha Ekonomi Swasta

Kredit uang yang diberikan lembaga nonbank dapat dipergunakan untuk :

1.    Membantu permodalan usaha

2.    Menambah dan meningkatkan volume usaha

3.    Mengembangkan produksi

4.    Membantu likuiditas perusahaan

5.    Membantu para anggota perusahaan yang membutuhkan dana untuk usaha

Kredit yang diberikan berupa barang-barang modal, antara lain :

1.    Kredit mesin-mesin

2.    Kredit alat-alat bantu

3.    Kredit alat-alat kantor

4.    Kredit bahan-bahan dasar

5.    Bantuan tenaga ahli

A1. Jaminan untuk memperoleh Kredit

Jaminan untuk memperoleh Kredit dari lembaga non bank, meliputi

1.    Jaminan koperasi

2.    Jaminan pemerintah

3.    Jaminan organisasi / lembaga swasta

4.    Jaminan perorangan

B.   Badan Usaha Nonekonomi Swasta

B1. Perorangan

Orang yang memberikan bantuan kredit kepada pengusaha pada prinsipnya :

a.    Ingin membantu kemajuan para pengusaha ekonomi lemah

b.    Ingin membantu program masyarakat diwilayahnya

c.    Ingin membantu program pembangunan di daerahnya

d.    Ingin membantu kredit dengan syarat yang lunak dan prosedur yang mudah.

B2. Organisasi Kemayarakatan

Ada kelompok organisasi kemasyarakatan yang ikut berperan aktif member bantuan berupa kredit uang maupun kredit barang modal.

C.   Pro dan Kontra Mengambil Kredit atau Berhubungan Baik dengan Bank

Sebenarnya mengambil kredit tidak ada masalah, sepanjang manajemen kredit diatur dengan baik. Artinya, uang dari kredit itu harus digunakan untuk sector produktif. Jangan sampai kredit digunakan untuk membeli barang-barang mewah, jual tampang dan berfoya-foya.

Rencana pembayaran kredit harus disusun secara cermat dan dilaksanakan secra teratur, disiplin dab tepat waktu. Ini dilakukan untuk menjaga likuiditas. Likuiditas  adalah kmampuan seseorang / perusahaan untuk membayar kreditnya setiap saat jatuh tempo. Perusahaan yang menunda pembayaran kredit atau tidak menepati janji ini disebut perusahaan yang illikuid.

 

TEMPAT USAHA / LOKASI YANG STRATEGIS

A.   Lokasi Perusahaan

Ada 2 hal penting yang berhubungan dengan lokasi yang akan dipilih, yaitu:

a.    Lokasi perkantoran, disebut tempat kedudukan (kantor) adalah tempat badan usaha, biasa mengelola perusahaan yang berada di tempat lain.

b.    Lokasi Perusahaan, disebut tempat kediaman adalah tempat perusahaan beroperasi.

Hal yang harus diperhatikan dalam memilih tempat kediaman dan Tempat kedudukan adalah :

1.    Memilih tempat badan usaha jauh lebih mudah dari pada memilik tempat perusahaan

2.    Badan usaha yang memiliki cabang harus memilih tempat yang berlainan untuk tiap-tiap perusahaan tersebut

3.    Tempat yang biak untuk  badan usaha belum tentu baik untuk perusahaan

4.    Pemilihan tempat kediaman perusahaan banyak tergantung pada rentabilitas yang diharapkan, seperti keuntungan yang ditimbulkan oleh proses produksi, murahnya bahan baku, transport, tenaga kerja, dan sebagainya.

B.   Lokasi Pertokoan

Dalam memilih lokasi pertokoan hendaknya memperhatikan banyaknya jenis persedian barang dagang, mempunyai reputasi sebagai lokasi yang memiliki barang bermutu dengan harga bersaing dan dapat terkonsentrasi di daerah yang strategis.

C.   Lokasi Industri

Untuk Menetapkan lokasi pabrik, hal yang perlu diperhatikan adalah :

Ø  Kedekatan dengan pasar

Ø  Kemudahan Transportasi

Ø  Kedekatan dengan sumber material

Ø  Sikap pemerintah dan masyarakat setempat

Ø  Kemudahan memperoleh bahan bakar

Ø  Kemudahan mendapat tenaga kerja

Ø  Pembangkit tenaga

Ø  Kondisi insfrastruktur

Ø  Kemudahan mendapat air

Ø  Rmah terhadap lingkungan

Ø  Akses untuk mendapatkan tenaga ahli

2 hal yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi adalah :

1.    Backward Linkage, pertalian kebelakang yaitu bagaimana sumber daya yang akan digunakan.

2.    Forward Linkage, pertalian kedepan yaitu daerah pemasaran hasil produksi

Contoh Surat Panggilan

Standard

1. Panggilan untuk penjelasan

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN

TINGKAT KANTOR WILAYAH DAERAH TINGKAT DKI JAKARTA

 

 

PANGGILAN I

Nomor : 050/PD/X/95

 

 

Ditunjukkan kepada :

     Nama                             : Dra. Cut Rozanna

     Pangkat Golongan          : Penata/III/d

     Jabatan                         : Guru

     Unit Organisasi              : SMEA Negeri 14 Jakarta

     Alamat Rumah               : Jln. Sawo Rya No. 12 Blok 11

                                             Perumnas Tangerang

 

Untuk hadir pada :

     Hari                                   : Senin

     Tanggal                             : 10 September 1996

     Waktu                                : 10.00-12.00

     Tempat                             : Bagian Kepegawaian SMKK

                                             Kanwil Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Untuk mendapatkan penjelasan sehubungan dengan penulisan soal ujian, mata pelajaran sekretaris untuk SMK se-Jakarta.

 

Demikian surat panggilan ini disampaikan untuk mendapat perhatian pada kesempatan pertama

                                                                                    Jakarta, 3 September 1996

 

                                                                                    Kepala Bidang Pendidikan

                                          

 

 

 

                                                                                    Dra. Zelinda Kusumawati

                                                                                    NIP. 012.091.993

 

 

Tembusan :

Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan



2. Panggilan orang tua dari sekolah

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 48

Jln. Radin Inten II No. 3, Duren Sawit

JAKARTA

 

 

Nomor   : 11/BP/X/10                                                            11 Oktober 2010

Hal         : Panggilan I

Sifat      : Penting

 

Yth. Orang Tua dari Zelinda Kusumawati

di tempat

 

Dengan hormat,

 

Kami bermaksud untuk memanggil orang tua dari :

            Nama              : Zelinda Kusumawati

            Kelas              : XII AP 2

            NIS                  : 10787

 

Untuk hadir pada :

Hari                 : Senin

Tanggal          : 11 Oktober 2010

Waktu             : 10.00-12.00

Tempat           : Ruang BP

Untuk membicarakan masalah nilai raport karena banyak nilai yang belum kompeten.

 

Harap panggilan ini untuk tidak diwakili. Demikian surat panggilan ini disampaikan untuk mendapat perhatian.

 

                                                                                                Jakarta, 8 Oktober 2010

 

                                                                                                Ka. Bid. Kesiswaan

                                                                                                a.n Kepala SMKN 48

                                                                                                      

 

 

 

                                                                                                Dra. Suzaqiati

                                                                                                NIP. 123.456.789

Tembusan :

Kepala SMKN 48 Jakarta

Contoh Surat Tugas

Standard

LPK TUNAS HARAPAN

Jln. Merdeka II No. 01

JAKARTA

 

 

 

SURAT TUGAS

No. 008/LPK/II/96

 

 

Kepala LPK Tunas Harapan, dengan ini memberikan tugas kepada :

            Nama      : Agnisa Maulani Wisesa

            Jabatan   : Pengajar Kesekretarisan

            Alamat    : Jln. Cendana II No. 131

 

Untuk mengikuti kursus Peningkatan Kemampuan Sekretaris Profesional, pada :

            Tanggal : 11-12 Februari 1996

            Tempat   : Lembaga Sekretaris Indonesia.

 

Demikian surat tugas ini dibuat untuk dilaksanakan dengan sebaik-baiknya. Untuk kerjasama Saudara, kami ucapkan terima kasih.

 

 

                                                                                            Jakarta, 1 Februari 1996

 

 

 

 

                                                                                            Dra. Farida Yuningsih

                                                                                            Kepala LPK Tunas Harapan

Contoh Surat Peringatan

Standard

1. Surat peringatan karena absensi

 

DEPARTEMEN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN
Jln. Gatot Subroto Kav. 90

JAKARTA SELATAN

 

Yth. Sdri. Minar Hotmauli

Karyawan Pusat Pelatihan Guru Kesekretarisan

di Jakarta

 

SURAT PERINGATAN

Nomor : 007/Dikbud/X/2010

 

 

Berdasarkan rekapitulasi  daftar absensi kerja karyawan Pusat Pelatihan Guru bulan Agustus 2010, tenyata Saudara tidak menghiraukan surat peringatan I tertanggal 10 Agustus 2010 mengenai keterlambatan Saudara untuk datang ke kantor yaitu pada tanggal 13,14,16,20 dan 24 Juli 2010. Sudara masih mengulangi keterlambatan tersebut pada bulan Agustus 2010.

Sehubungan dengan hal tersebut dan sesuai dengan peraturan Dikbud No. 09/Dikbud/92 mengenai disiplin pegawai, maka bersama ini kami berikan peringatan II kepada Saudara lebih perhatikan. Hal ini dilakukan untuk mendukung dan menyukseskan program Gerakan Disiplin Nasional.

Demikian surat peringatan ini kami buat. Mohon Saudara lebih memperhatikannya kembali.

 

                                                                            Jakarta, 10 Oktober 2010

                                                                            Kepala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

 

 

 

 

                                                                          Dra. Zelinda Kusumawati, S. Pd

                                                                           NIP. 012.091.993



2. Surat Peringatan karena kesalahan Laporan

PT BANK UMUM SEROJA

Jln. Jendral Ahmad Yani 41

JAKARTA PUSAT

 

Yth. Sdr. Rabin Widjoyo

Pegawai Bagian Keuangan

di tempat

 

SURAT PERINGATAN

Nomor : 008/BUS/X/2010

 

Berdasarkan laporan keuangan bulan Agustus 2010 yang Saudara telah buat, ternyata Saudara melakukan kesalahan pemasukkan data laporan keuangan tersebut. Kesalahan tersebut baik disengaja ataupun tidak disengaja, telah merugikan pihak perusahaan sebesar Rp235.000.000.00 (dua ratus tiga puluh lima juta rupiah).

 

Sehubungan dengan hal tersebut, dengan berat hati kami sampaikan surat peringatan I ini kepada Saudara dan Saudara dikenakan sanksi administratif berupa skorsing selama 3 (tiga) bulan dan diwajibkan untuk mengganti kerugian tersebut.

 

Demikian surat peringatan ini kami buat. Mohon menjadi perhatian Saudara untuk mencegah terulang kembali masalah ini.

 

                                                                                    Jakarta, 10 Oktober 2010

 

                                                                                    PT Bank Umum Seroja

 

 

 

                                                                                    Drs. Antonius Santo Christovorus

                                                                                    Direktur Keuangan

Surat Kuasa

Standard

1. Dari Orang ke Orang

 

SURAT KUASA

 

 

 

 

Yang bertanda tangan dibawah ini :

          Nama                : Agus Sisamatu

          Pekerjaan    : Karyawan PT Atap Teduh Lestari

          Alamat         : Jln. H. Nur Muhamad Rt. 02 Rw. 07 No. 12 Jakarta Timur

 

Dengan ini memberi kuasa kepada :

          Nama                : Zelinda Kusumawati

          Pekerjaan    : Mahasiswa

          Alamat         : Jln. H. Nur Muhamad Rt. 02 Rw. 07 No. 12 Jakarta Timur

          Untuk            : Mengambil bonus dari kantor

 

Surat kuasa ini diberikan berhubung saya  berhalangan hadir karena sakit. Surat ini dibuat dengan sesungguhnya, dengan maksud agar yang berkepentingan maklum.

 

Jakarta, 30 Agustus 2010

Yang Menerima Kuasa                                                         Yang Memberi Kuasa

 

 

 

 

Zelinda Kusumawati                                                             Agus Sisamatu




2. Dari Pejabat ke Orang

PT RAMARIZKI PUTRA

Jln. Persada Nusantara No. 15

JAKARTA BARAT

 
 
   

 

SURAT KUASA

No. 005/KUG/X/10

 

 

Direktur PT Ramarizki , dengan ini memberi kuasa kepada :

 

            Nama              : Vivi Andriani

            Pekerjaan       : Karyawan PT Ramarizki

                                      Jln. Persada Nusantara No. 15

            Alamat            : Jln. Cendana No. 5 Jakarta Pusat

          Untuk                 : Mengambil uang gaji karyawan sebanyak Rp15.000.000,00    (lima belas juta rupiah) di Bank BNI 1946 Cabang Pejompongan Jakarta Pusat

 

Surat kuasa ini kami buat berhubung kami sedang melaksanakan perjalanan dinas, agar yang berkepentingan maklum.

 

Jakarta, 30 Agustus 2010

Yang Menerima Kuasa                                                         Yang Memberi Kuasa

 

 

 

Zelinda Kusumawati                                                             Vivi Andriani



3. dari Departemen ke Orang

DEPARTEMEN PENDIDIKAN NASIONAL

REPUBLIK INDONESIA

Jln. Jend. Sudirman No. 12

JAKARTA

 

 

 

SURAT KUASA

Nomor : 009/DPNRI/IX/10

 

 

Kami yang bertanda tangan dibawah ini :

Nama                  : Drs. Adhita Firmansyah

NIP                      : 131.402.556

Pangkat/Gol.      : Pejabat Eselon II

Jabatan               : Ka. Bag. Keuangan Departemen Pendidikan RI

 

Memberi kuasa sepenuhnya kepada :

Nama                  : Dra. Zelinda Kusumawati

NIP                      : 120.091.193

Pangkat/Gol.      : II

Jabatan               :Pegawai Bag. KeuanganDepartemen Pendidikan RI

Untuk                   :Mengambil uang proyek pembangunan sekolah sebanyak Rp100.000.000,00 (seratus juta rupiah) pada Bank BPD cabang Jakarta Pusat.

 

Demikian surat kuasa ini dibuat untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.

 

Jakarta, 27 September 2010

Penerima Kuasa,                                                      Pemberi Kuasa

 

 

 

 

Dra. Zelinda Kusumawati                                         Drs. Adhita Firmansyah

NIP. 120.091.193                                                      NIP. 131.402.556