Pengurusan Usaha Kewirausahaan

Standard

 

PENGURUSAN IZIN USAHA

 

            Perizinan usaha dagang adalah alat untuk membina, mengarahkan/mengwasi, dan menerbitkan izin usaha perdagangan. Surat keputusan menteri tertuang dalam peraturan daerah menyangkut pemberian surat izin usaha dalam bidang perdagangan antara lain :

A.   SITU (Surat Izin Tempat Usaha)

A1. Ketentuan Poko SITU

SITU dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah Tingkat II. Prosedur pengurusan SITU adalah :

1.    Mendapat izin dari dari para tetangga

2.    Surat izin tersebut diketahui oleh RT dan RW untuk selanjutnya diproses ke kelurahan

3.    Lalu surat itu dilanjutkan ke kota madya/ kbupaten untuk memperolh SITU. Setiap tahun SITU harus didaftar ulang.

4.    Pembayaran izin dan leges berdasarkan PERDA No. 17/PD/1976, No. 35/PD/1977 dan No. 09 tahun 1986

A2. Syarat-Syarat yang tertuang dalam SITU

1.    Keamana

2.    Kesehatan

3.    Ketertiban

4.    Syarat lain, perusahaan harus:

a.    Mengutamakan tenga kerja dari penduduk di sekitar yang memiliki KTP

b.    Menjaga keindahan lingkungan dan mengadakan penghijauan

B.   SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan)

B1. Ketentuan umum SIUP

            SIUP adalah surat izin yang diberikan oleh menteri atau pejabat yang ditunjuk kepada pengusaha untuk melaksanakan kegiatan usaha dibidang perdagangan dan jasa. SIUP diterbitkan dan ditandatangani oleh kepala kantor wilayah Departemen Perdagangan Daerah Tingkat I atas nama menteri. Masal berlaku SIUP untuk perusahaan kecil dan menegah adalah untuk selamanya selama perusahaan itu masih beroperasi. Sedangkan bagi perusahaan besar adalah 5 tahun.

B2. Kewajiban Pemilik SIUP

1.    Pemiliki SIUP wajib memberikan laporan kepada:

a.    Kepala Kantor Wilayah Departemen Perdagangan yang menerbitkan SIUP

b.    Kepala Kantor Wilayah Departemen Perdagangan setempat

2.    Pemilik SIUP wajib memberikan informasi mengenai kegiatan usahanta apabila diperlukan oleh pejabat yang berwenang

3.    Pemilik SIUP waji membayar uang jaminan dan biaya administrasi perusahaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku

C.   NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)

Pada umumnya yang diwajibkan untuk mendaftarkan diri dan mendapatkan NPWP adalah setiap wajib pajak yang meliputi:

1.    Setiap badan yang enjadi subjek pajak penghasilan seperti PT, CV, Firma, dll

2.    Setiap wajib pajak orang pribadi

3.    Setiap wajib pajak harus mengisi surat Pemberitahuan, menandatangani dan menyampaikannnya kepada Direktoral Jendral Pajak

4.    Setiap wajib pajak dapat mengambil sendiri SPT yang telah dikeluarkan Direktoral Jendral Pajak

D.   NRP (Nomor Register Perusahaan) / TDP (Tanda Daftar Perusahaan)

1.    Ketentuan Umum NRP

a.    TDP dipasang ditempat yang mudah dilihat oleh umum

b.    Nomor TDP wajib dicantumkan pada papan perusahaan dan dokumen yang digunakan

c.    Bila rusak atau hilang, minta pengajuan tertulis kepada Pendaftar Perusahaan untuk mendapat gantinya dalam waktu 3 bulan setelah rusak/hilang.

d.    Setiap perubahan data wajib dilaporkan

e.    TDP terhapus bila :

       Perusahaan menghentikan segala kegiatan usahanya

       Akta Pendirian kadaluarsa

       Putusan Pengadilan Negeri

f.      TDP berlaku selama 5 tahun dan diperbarui selambatnya 3 bulan sebelum masa berlaku habis

2.    Ketentuan Pidana

a.    Bagi yang tidak memenuhi kewajibannya diancam dengan denda pidana  penjara selama-lamanya 3 bulan atau pidana denda setingginya Rp3.000.000,00

b.    Bila melakukan pendaftaran secara keliru atau tidak lengkap diancam pidana kurungan selama lamanya 2 bulan atau pidana denda setinggi-tingginya Rp1.000.000,00

E.   NRB (Nomor Rekening Bank)

Persyarat untuk mendapat NRB adalah :

1.    Fotokopi KTP/SIM

2.    Mengisi formulir kartu contoh tanda tangan

Yang bertanggung jawab atas NRB :

1.    Bendahara

2.    Manager

F.    AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan)

AMDAL adalah hasil studi mengenai dampak penting usaha atau kegiatan terpadu yang direnacanakan terhadap lingkungan hidup dalam satu kesatuan hamparan ekosistem dan melibatkan kewenangan lebih dari satu instansi yang bertanggung jawab.  

 

PERMODALAN USAHA

 

B4. Syarat-syarat untuk emeperoleh kredit

            Kondisi badan usaha pada waktu tertentu bias tampak melalui beberapa hal seperti :

1.    Likuiditas, yaitu kemampuan badan usaha untuk melunasi utangnya yang telah jatuh tempo.

2.    Solvabilitas, yaitu kemampuan badan usaha untuk membayar semua utang atau seluruh kewajibannya.

3.    Rentabilitas, yaitu kemampuan badan usaha untuk mendapatkan hasil dengan menggunakan modal sendiri yang ada dalam badan usaha.

Rentabilitas dibagi menjadi 3 yaitu :

a.    Rentabilitas ekonomi, yaitu mendapatkan hasil dengan seluruh modal usaha

b.    Rentabilitas modal sendiri

4.    Soliditas, yaitu kemampuan badan usaha untuk memenuhi semua kewajibannya untuk mendapat kepercayaan masyarakat

Faktor yang mempengaruhi Soliditas :

a.    Soliditas moral = watak dalam kepemimpinan usaha

b.    Soliditas Komersial  = menepati perjanjian dagang dengan perusahaan lain

c.    Soliditas Fianansial = kemungkinan tetap tertanamnya modal dalam usaha

B5. Prosedur mendapatkan kredit modal kerja

      Permohonan kredit dapat dilakukan dengan :

1.    Mendatangi kantor cabang pelaksana

2.    Mengisi formulir

3.    Memberikan keterangan yang jelas tentang bidang usahanya

Selanjutnya pihak bank akan menindaklanjuti dengan melakukan hal berikut:

a.    Penelitian

b.    Wawancara

c.    Peninjauan ke tempat usaha

d.    Analisis atas permohonan kredit nasabah

1.    Kemampuan (capacity) untuk melunasi kredit beserta bunga

2.    Modal (capital)

3.    Watak (character)

4.    Jaminan (collateral)

5.    Kondisi (Condition), factor yang mempegaruhi usaha pemohon

                              

Mengajukan Permohonan Kredit Lembaga-Lembaga Nonbank

            Adapun lembaga-lembaga keuangan nonbank antara lain :

1.    Lembaga Pembiayaan Pembangunan (Development Finance Corporation-DFC). Menghimpun dana demgan mengeluarkan kertas-kertas berharga untuk disalurkan ke perusahaan yang membutuhkan daya guna membiayai investasi jangka panjang dan menengah.

2.    Lembaga Perantara Penerbitan dan Perdagangan Surat-Surat Berharga (Investment Finance Corporation-IFC) bertindak sebagai perantara dalam hal jual beli dan penerbitan surat-surat berharga (saham,obligasi)

3.    Lembaga Keuangan lain seperti mutual funds (dana bersama) yang belum punya aturan tersendiri.

A.   Badan Usaha Ekonomi Swasta

Kredit uang yang diberikan lembaga nonbank dapat dipergunakan untuk :

1.    Membantu permodalan usaha

2.    Menambah dan meningkatkan volume usaha

3.    Mengembangkan produksi

4.    Membantu likuiditas perusahaan

5.    Membantu para anggota perusahaan yang membutuhkan dana untuk usaha

Kredit yang diberikan berupa barang-barang modal, antara lain :

1.    Kredit mesin-mesin

2.    Kredit alat-alat bantu

3.    Kredit alat-alat kantor

4.    Kredit bahan-bahan dasar

5.    Bantuan tenaga ahli

A1. Jaminan untuk memperoleh Kredit

Jaminan untuk memperoleh Kredit dari lembaga non bank, meliputi

1.    Jaminan koperasi

2.    Jaminan pemerintah

3.    Jaminan organisasi / lembaga swasta

4.    Jaminan perorangan

B.   Badan Usaha Nonekonomi Swasta

B1. Perorangan

Orang yang memberikan bantuan kredit kepada pengusaha pada prinsipnya :

a.    Ingin membantu kemajuan para pengusaha ekonomi lemah

b.    Ingin membantu program masyarakat diwilayahnya

c.    Ingin membantu program pembangunan di daerahnya

d.    Ingin membantu kredit dengan syarat yang lunak dan prosedur yang mudah.

B2. Organisasi Kemayarakatan

Ada kelompok organisasi kemasyarakatan yang ikut berperan aktif member bantuan berupa kredit uang maupun kredit barang modal.

C.   Pro dan Kontra Mengambil Kredit atau Berhubungan Baik dengan Bank

Sebenarnya mengambil kredit tidak ada masalah, sepanjang manajemen kredit diatur dengan baik. Artinya, uang dari kredit itu harus digunakan untuk sector produktif. Jangan sampai kredit digunakan untuk membeli barang-barang mewah, jual tampang dan berfoya-foya.

Rencana pembayaran kredit harus disusun secara cermat dan dilaksanakan secra teratur, disiplin dab tepat waktu. Ini dilakukan untuk menjaga likuiditas. Likuiditas  adalah kmampuan seseorang / perusahaan untuk membayar kreditnya setiap saat jatuh tempo. Perusahaan yang menunda pembayaran kredit atau tidak menepati janji ini disebut perusahaan yang illikuid.

 

TEMPAT USAHA / LOKASI YANG STRATEGIS

A.   Lokasi Perusahaan

Ada 2 hal penting yang berhubungan dengan lokasi yang akan dipilih, yaitu:

a.    Lokasi perkantoran, disebut tempat kedudukan (kantor) adalah tempat badan usaha, biasa mengelola perusahaan yang berada di tempat lain.

b.    Lokasi Perusahaan, disebut tempat kediaman adalah tempat perusahaan beroperasi.

Hal yang harus diperhatikan dalam memilih tempat kediaman dan Tempat kedudukan adalah :

1.    Memilih tempat badan usaha jauh lebih mudah dari pada memilik tempat perusahaan

2.    Badan usaha yang memiliki cabang harus memilih tempat yang berlainan untuk tiap-tiap perusahaan tersebut

3.    Tempat yang biak untuk  badan usaha belum tentu baik untuk perusahaan

4.    Pemilihan tempat kediaman perusahaan banyak tergantung pada rentabilitas yang diharapkan, seperti keuntungan yang ditimbulkan oleh proses produksi, murahnya bahan baku, transport, tenaga kerja, dan sebagainya.

B.   Lokasi Pertokoan

Dalam memilih lokasi pertokoan hendaknya memperhatikan banyaknya jenis persedian barang dagang, mempunyai reputasi sebagai lokasi yang memiliki barang bermutu dengan harga bersaing dan dapat terkonsentrasi di daerah yang strategis.

C.   Lokasi Industri

Untuk Menetapkan lokasi pabrik, hal yang perlu diperhatikan adalah :

Ø  Kedekatan dengan pasar

Ø  Kemudahan Transportasi

Ø  Kedekatan dengan sumber material

Ø  Sikap pemerintah dan masyarakat setempat

Ø  Kemudahan memperoleh bahan bakar

Ø  Kemudahan mendapat tenaga kerja

Ø  Pembangkit tenaga

Ø  Kondisi insfrastruktur

Ø  Kemudahan mendapat air

Ø  Rmah terhadap lingkungan

Ø  Akses untuk mendapatkan tenaga ahli

2 hal yang harus diperhatikan dalam memilih lokasi adalah :

1.    Backward Linkage, pertalian kebelakang yaitu bagaimana sumber daya yang akan digunakan.

2.    Forward Linkage, pertalian kedepan yaitu daerah pemasaran hasil produksi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s